Sering Merasa Deg-Degan, Awas Aritmia Mengintai Anda!

Sering Merasa Deg-Degan, Awas Aritmia Mengintai Anda!

Selaluindah.com – Jakarta – Gangguan irama jantung atau aritmia adalah kondisi saat jantung acapkali berdetak terlalu cepat, lambat, atau tidak beraturan.

Aritmia terjadi saat sinyal listrik yang bertugas mengatur koordinasi detak jantung tidak berfungsi dengan baik.

Sejumlah kasus gangguan irama jantung tidak berbahaya. Namun, ada juga yang menimbulkan gejala serius dan mengancam keselamatan.

Jenis artimia

Melansir Mayo Clinic, dalam kondisi normal, jantung manusia berdetak 60 sampai 100 kali per menit.

Wajar, saat berolahraga atau stres, jantung berdetak lebih cepat, atau lebih dari 100 kali per menit.

Sementara saat tidur atau relaksasi, jantung berdetak lebih lambat, atau kurang dari 60 kali per detik.

Namun, dalam keadaan normal penderita aritmia detak jantungnya bisa di luar ambang batas ideal.

Melansir Medical News Today, terdapat beberapa jenis aritmia. Antara lain:

  • Bradikardia: detak jantung lambat
  • Takikardia: detak jantung cepat
  • Fibrilasi: detak jantung tidak beraturan
  • Kontraksi prematur: detak jantung terlalu awal (biasanya detaknya lebih cepat)

Tanda atau gejala artimia

Untuk melihat detak jantung seseorang dalam kondisi normal atau artimia, Anda bisa melakukan pemeriksaan ke dokter.

Dokter biasanya akan melakukan tes darah dan urine, elektrokardiogram (EKG), echocardiogram (ECG), rontgen, sampai kateterisasi jantung.

Sejumlah penderita penyakit jantung aritmia tidak merasakan gejala gangguan kesehatan ini.

Namun, ada beberapa tanda atau gejala aritmia yang umum dialami pasien. Antara lain:

  • Jantung berdetak kencang, lambat, atau tidak beraturan
  • Nyeri di bagian dada
  • Sesak napas
  • Gelisah
  • Sering lelah
  • Pusing atau sakit kepala ringan
  • Berkeringat
  • Pingsan

Penyebab aritmia

Aritmia bisa disebabkan interupsi sinyal pada sistem kelistrikan jantung.

Penyebab gangguan irama jantung bisa karena genetik maupun usia.

Namun, ada juga pengaruh faktor eksternal yang meningkatkan risiko aritmia. Antara lain:

  • Diabetes
  • Konsumsi kopi yang berlebihan
  • Hipertensi (tekanan darah tinggi)
  • Hipertiroidisme (kelenjar tiroid yang terlalu aktif)
  • Penyakit jantung seperti gagal jantung kongestif
  • Serangan jantung
  • Perubahan struktur jantung
  • Tekanan mental
  • Kebiasaan merokok
  • Penggunaan obat, suplemen, dan produk herbal tanpa kontrol
  • Penyalahgunaan alkohol
  • Penyalahgunaan narkoba

Jika Anda memiliki gejala aritmia, segera berkonsultasi ke dokter.

Komplikasi aritmia yang tidak tertangani bisa menyebabkan stroke atau kegagalan organ jantung.

Facebook Comments