Sempat Kabari Keluarga, Berikut Fakta-Fakta Kematian Amelia di Tepi Sawah

Sempat Kabari Keluarga, Berikut Fakta-Fakta Kematian Amelia di Tepi Sawah

Selaluindah.com – Sukabumi – Amelia Ulfah Supandi (22) tewas tergeletak di tepi sawah yang tidak jauh dari Jalan Sarasa, Kecamatan Cibereum, Kota Sukabumi, Jawa Barat, Senin (22/7). Kondisinya setengah bugil. Namun polisi belum bisa menyimpulkan apakah wanita itu korban kekerasan seksual.

Berikut fakta-fakta peristiwa kematian Amelia.

1. Jasad Amelia Setengah Bugil

Seorang petani bernama Aceng Rohmana (52) yang pertamakali menemukan jasad wanita malang itu. Saat ditemukan, tubuh Amelia dalam posisi kepala telungkup dan badan miring ke kanan. Roknya terbuka atau setengah bugil.

“Ditemukan oleh warga, kondisinya setengah telanjang bagian bawah sementara ke atasnya pakaian kaos lengan panjang,” kata Wakapolres Sukabumi Kota Kompol Sulaeman Salim.

Keterangan lain diperoleh detikcom, saat jasad diterima oleh pihak RSUD Syamsudin SH, pakaian yang dikenakan korban disebut robek. “Kondisi pakaian luar dan dalam robek, tapi apakah sobek sebelum atau setelah kejadian kita tidak bisa menyampaikan hanya memang kondisinya setengah telanjang,” kata Humas RS Wahyu Handriana.

2. Ada Tanda Kekerasan di Tubuh Amelia

Menurut Wakapolres Sukabumi Kota, Kompol Sulaeman, jasad perempuan itu saat ini sudah dibawa ke RSUD R Syamsudin SH untuk kepentingan otopsi. “Ada dugaan bekas kekerasan, namun untuk memastikan nanti akan kita otopsi,” lanjutnya.

Kapolsek Cibereum Iptu Arif Raharja menjelaskan jasad perempuan malang itu ditemukan oleh petani yang akan memanen padi di sawah.

“Kondisi pakaiannya terbuka, ada tanda-tanda kekerasan. Petani itu lalu melapor ke ketua RT dan dilanjutkan dengan pelaporan ke polisi, saat kita periksa tidak ditemukan identitas di tubuh korban,” ujar Arif.

Ciri-ciri pakaian yang digunakan kemeja warna coklat dan celana dalam warna hijau sudah terlepas dan kaos hitam menutupi wajah. “Rok warna hitam bercorak, kerudung kotak warna warni, celana dalam hijau muda posisi di luar,” kata Arif.

3. Identitas Amelia Diketahui dari Sidik Jari

Identitas mayat diketahui polisi setelah melakukan pemindaian sidik jari pada jenazah korban, data berikut nama dan tanggal lahir tertera di alat yang digunakan polisi.

Korban bernama Amelia Ulfah Supandi, perempuan kelahiran 3 Januari 1997 asal Cianjur. “Identitasnya sudah diketahui, kepolisian kemudian menghubungi keluarganya di Cianjur. Rencananya akan berlanjut ke proses otopsi malam ini,” kata Humas RSUD R Syamsudin SH, Wahyu Handriana.

4. Sempat Kabari Keluarga Lalu Hilang Kontak

Amelia Ulfah Supandi (22) ditemukan tewas dengan kondisi mengenaskan di Sukabumi, Jawa Barat, Senin (22/7) pagi. Kepada orang tuanya gadis tersebut pamit untuk pergi mendaftar S1 di IPB Bogor pada Sabtu (20/7) siang.

Gunala, paman korban menyebut selepas menyelesaikan pendidikan D3 di IPB Amelia bekerja di salah satu pabrik sepatu di Cianjur.

“Terakhir dia izin ke ibunya mau register S1 di IPB Bogor, bawa dokumen dan kelengkapan,” kata Gunala di ruang Instalasi Jenazah RSUD R Syamsudin SH.

Keluarga hilang kontak pada Minggu (21/7) malam, kabar terakhir Amelia sedang dalam perjalanan pulang dari Bogor menuju Cianjur. Saat itu Amelia mengirim pesan singkat sudah dapat kendaraan umum namun dalam keadaan kosong.

“Terakhir bilang sudah dapat mobil umum tapi kosong dan merasa takut, saat itu sekitar pukul 22.00 WIB. Setelah memberi kabar itu kami kehilangan kontak dengan Amelia,” cerita Gunala.

5. Penjelasan Dokter

Dokter Forensik Nurul Aida Fathia menyebut luka yang diderita korban akibat adanya kekerasan tumpul. “Tidak ditemukan bekas senjata tajam, hanya ada kekerasan tumpul bukan benda tumpul ya terdapat di wajah dan lengan,” kata Nurul kepada awak media malam tadi.

Selian luka tersebut, ditemukan juga kekerasan tumpul di bagian rahang korban. Meskipun begitu Nurul tidak menerangkan apakah luka itu diperoleh karena bekapan atau cekikan.

“Terkesannya pada saat pemeriksaan itu kekurangan oksigen, pernah dibekap atau tidak saya tidak tahu jelas,” imbuhnya.

Terdapat darah di kemaluan korban, Nurul belum bisa memastikan darah tersebut apakah akibat adanya persetubuhan atau bukan. Dia menunggu hasil laboratorium forensik selama 2 x 24 jam.

Facebook Comments