Sebelum Dibunuh, Wanita yang Ditemukan Tewas Dibakar di Atas Kasur Sempat Diperkosa Pacar

Sebelum Dibunuh, Wanita yang Ditemukan Tewas Dibakar di Atas Kasur Sempat Diperkosa Pacar

Selaluindah.com – Indralaya – Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara Direktur Reskrimum didampingi Direktur Reskrimum Polda Sumsel Kombes Pol Yustan Alfian ungkap kasus pembunuhan wanita di atas kasur yang ditemukan pada Minggu (20/1/2019) lalu.

Adapun korban bernama Inah Antimurti (21) Warga Desa Pedataran, Kecamatan Gelumbang, Muara Enim.

Pembunuhan tersebut dilakukan oleh lima orang pelaku, dua di antaranya masih di bawah umur.

Mereka yakni Asri (DPO), Feri (30), F (16), Malik (22), dan DP (16).

Tersangka Asri saat ini masih menjadi buron, dirinya juga merupakan kekasih korban yang juga merupakan otak di balik pembakaran korban.

Sementara keempat orang tersangka kini telah tertangkap dan mendekam di Polda Sumsel.

Awalnya, korban memiliki masalah dengan pelaku Asri. Permasalahan ini mengenai utang-piutang.

Karena tidak dapat membayar hutang saat ditagih, membuat Asri marah dan membuat Asri memutuskan untuk menghabisi nyawa Inah.

“Motifnya masalah hutang. Pokoknya masalah hutang saja,” ujar Kapolda Sumsel, Rabu (23/1/2019).

Pelaku Asri kemudian melakukan pembunuhan dibantu dengan keempat temannya.

Sebelum membunuh korban dengan balok kayu, pelaku Asri dan Malik memerkosa korban terlebih dahulu.

Zulkarnain juga mengatakan, setelah pelaku memperkosa korban, para tersangka kemudian memasukkan korban di dalam karung dan dibawa dengan mobil pikap ke lokasi pembuangan di Desa Sungai Rambutan, Kecamatan Indralaya Utara, Kabupaten Ogan Ilir.

Tersangka Feri (30) berperan mengikat korban dan mengangkat mayat dan kasur dari lokasi pembunuhan di Desa Talang Taling, Kecamatan Gelumbang, Muara Enim.

Tersangka F (16) membantu memegang kaki korban saat dieksekusi dan memantau situasi saat mayat diangkat dari lokasi pembunuhan.

Tersangka Abdul Malik (22) berperan menahan kaki korban saat korban diperkosa oleh pelaku Asri, juga ikut memerkosa korban.

Juga tersangka DP (16) berperan membeli bensin untuk membakar mayat korban.

Usai menghabisi nyawa korban, Malik kemudian bertugas untuk menaikkan korban ke mobil pikap.

Korban kemudian dibawa ke sebuah semak-semak di daerah Indralaya, Ogan Ilir.

Korban diikat menggunakan kawat dan dibakar di atas kasur atau spingbed untuk hilangkan jejak.

Namun keluarga membantah bahwa Inah memiliki utang piutang dengan Asri.

“Tidak mungkin adik kami (almarhumah Inah Antimurti) terlilit utang,” ujar Sasi Karani, kakak kandung korban saat dijumpai Sripoku.com di RS Bhayangkara Palembang, Rabu (23/1/2019).

Pihak keluarga juga berharap para pelaku dihukum mati.

Facebook Comments