Kronologi Pembunuhan Sadis Debt Collector Oleh Debitur di Cianjur

Kronologi Pembunuhan Sadis Debt Collector Oleh Debitur di Cianjur

Selaluindah.com – Cianjur – Jenal Ompusonggu (42) tewas dibunuh 2 orang pria, ANA alias Ahek (51) dan CK alias Maung (42). Motif pembunuhan berlatar belakang utang. Jenal yang merupakan pegawai Koperasi Simpan Pinjam (KSP) di Kabupaten Bandung Barat ini menagih utang Rp 150 juta kepada Ahek.

Kedua pelaku menghabisi nyawa Jenal menggunakan balok. Setelah itu, mayat debt collector tersebut dibuang pelaku ke jurang atau area tebing di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Berikut kronologi kasus pembunuhan tersebut yang disampaikan polisi.

2 September 2019

Peristiwa bermula saat Jenal mendatangi kediaman Ahek pada Senin 2 September 2019 di Perumahan Bumi Asri, Kecamatan Bandung Kulon, Kota Bandung. Ahek dan Maung sudah menunggu kedatangan Jenal.

“Korban datang untuk menagih uang Rp 150 juta, saat itu ada Ahek dan temannya si Maung. Mereka sempat ngobrol sebentar sampai sekitar pukul 15.00 WIB korban dihajar lalu dibawa ke samping rumah pelaku, masih halaman rumahnya,” kata Kasat Reskrim Polres Cianjur AKP Budi Nuryanto di Mapolres Cianjur, Senin (14/10/2019).

Situasi perumahan itu dijelaskan Budi sangat sepi. Situasi itu mempermudah para pelaku menghabisi korban tanpa khawatir ketahuan oleh tetangga. Setelah korban tewas keduanya lalu memasukkan mayat korban ke dalam mobil.

3 September 2019

Para pelaku tiba di Kabupaten Cianjur. Mereka mencari tempat sepi untuk membuang mayat Jenal.

“Sampai akhirnya tiba di sebuah tebing dan mayat korban di lempar ke situ. Korban dibuang sekitar pukul 01.00 WIB, pada Selasa (3/9),” ujar Budi.

Usai mengeksekusi korban, keduanya kabur. Pelaku mencuri serta menjual ponsel dan motor milik korban.

Kamis 26 September

Sesosok mayat pria ditemukan warga di tebing Kampung Sukarajin, Kecamatan Sukanagara, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Penemuan mayat tersebut menggegerkan warga setempat.

“Jasad korban ditemukan pegawai PU Jawa Barat. Warga langsung ke lokasi dibantu polisi mengevakuasi jasad korban,” ujar Budi.

Kondisi mayat itu mengenaskan. Awalnya, Polisi tidak menemukan identitas korban.

“Saat itu kondisi kepala korban terpisah karena proses pembusukan. Informasi ini juga kita sebar untuk mengetahui siapa keluarga dan identitas korban,” kata Budi.

Polisi menyelidiki kasus pembunuhan tersebut. Akhirnya identitas korban diketahui setelah ada pihak keluarga yang datang mengecek. Korban bernama Jenal Ompusonggu, Blok Batujajar, RT 1 RW 15, Desa Batujajar Barat, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat.

12-13 Oktober 2019

Serangkaian penyelidikan dilakukan personel Satreskrim Polres Cianjur. Sejumlah saksi, mulai dari keluarga hingga rekan kerja Jenal, didengar keterangannya oleh penyelidik.

Dua pekan kemudian atau 12-13 Oktober 2019, polisi menangkap dua eksekutor yaitu Ahek dan Maung. Tersangka Maung lebih dulu diringkus polisi, berlanjut Ahek yang ditangkap di rumahnya.

“Mereka sempat tidak mengaku. Namun setelah kita tunjukkan rangkaian bukti-bukti akhirnya mereka mengaku telah menghabisi nyawa korban,” ujar Budi.

Selain kedua eksekutor tersebut, polisi juga menangkap lima orang lainnya yang berperan sebagai penadah barang hasil curian.

Facebook Comments