Kronologi Lengkap Ledakan Bom Bunuh Diri di Mapolrestabes Medan

Kronologi Lengkap Ledakan Bom Bunuh Diri di Mapolrestabes Medan

Selaluindah.com – Medan – Ledakan bom di Polrestabes Medan, Rabu (13/11) pukul 08.45 WIB, diduga merupakan bom bunuh diri yang dilakukan dua orang menggunakan atribut ojek online. Insiden itu disebut melukai empat petugas.

Diketahui, bom meledak di sekitar kantin Polrestabes Medan dan didekat tempat pengurusan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK).

Saat ini polisi masih melakukan olah TKP. Dari informasi yang dihimpun, pelaku meninggal dunia setelah melakukan aksinya dengan tubuh hancur akibat bom bunuh diri.

Selain itu, dikabarkan ada empat orang petugas yang menderita luka akibat peristiwa ini, yakni Kasi Propam Polrestabes Medan yang mengalami luka di bagian tangan, Pekerja Harian Lepas (PHL) J Purba terluka di bagian wajah, anggota Propam, serta petugas Piket Bag Ops.

Wartawan sendiri belum diizinkan masuk ke dalam lokasi. Area Polrestabes saat ini juga ramai oleh warga yang datang yang ingin melihat peristiwa itu. Penjagaan tampak diperketat di pintu masuk.

Polisi Evakuasi Jenazah Pelaku Bom Bunuh Diri

Polisi mengevakuasi jenazah pelaku bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan, Sumatera Utara, Rabu (13/11) pagi. Polisi membawa jenazah menggunakan mobil ambulans yang tiba sekitar pukul 11.00 WIB.

Mobil ambulans yang disiagakan dua unit. Satu ambulans berada di luar Mapolrestabes, sementara satu lagi masuk ke dalam.

Informasi yang diperoleh, satu ambulans yang masuk itu untuk evakuasi jenazah pelaku. Dari situ, jenazah kemudian dibawa ke RS Bhayangkara Medan.

Di samping itu, polisi yang melakukan olah TKP juga mensterilkan sekitar lokasi kejadian.

Wartawan dan warga tak dibolehkan mendekati lokasi. Apalagi di sekitar ledakan, material ledakan berupa paku banyak berserakan.

“Banyak paku di lokasi, Tolong mundur, semua mundur, jangan di sini, karena mau dikosongkan,” ujar salah seorang petugas kepolisian.

Salah seorang penjaga warung Andrey yang ada di luar gerbang Mapolrestabes Medan mengaku sempat mendengar suara ledakan. Serpihan bom terlontar hingga keluar Mapolrestabes.

“Tadi pas dengar suara ledakan dari dalam Mapolrestabes, tiba-tiba serpihan berupa besi dan paku terlontar hingga ke luar,” kata Andrey.

Kronologi Ledakan Bom

Polisi membeberkan kronologi ledakan bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan, Sumatera Utara. Peristiwa ledakan terjadi pukul 08:45 WIB an menewaskan satu orang yang diduga pelaku.

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Tatan Dirsan menceritakan pelaku telah berada di Mapolres Medan beberapa menit sebelum ledakan terjadi. Pelaku sudah berkeliaran di luar Mapolrestabes Medan sekitar pukul 08.20 WIB.

Saat itu, menurut Tatan, terduga pelaku menggunakan sebo atau penutup wajah dan jaket.

Seorang anggota polisi sempat menegur pelaku karena gerak-gerik yang mencurigakan. Sebab, selain menutup wajahnya dengan sebo dan mengenakan jaket, pelaku juga membawa tas ransel. Pelaku juga terlihat berdiri sendirian di depan Mapolrestabes Medan.

“Oleh anggota diminta tolong dibuka jaket, tas. Saat diperiksa tasnya hanya berisi buku. Kemudian sebonya dibuka dan sempat terjatuh dan kemudian diambil lagi. Digeledah tidak ada benda mencurigakan,” ujar Tatan.

Kepada polisi, pelaku mengaku hendak membuat Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK). Setelah itu, anggota tersebut berganti karena hendak persiapan serah terima pergantian petugas piket.

Tak berselang lama, petugas membuka gerbang karena warga yang mengantre pembuatan SKCK sudah banyak. Pelaku pun masuk bersama warga lainnya.

Saat pelaku menuju gedung tempat pembuatan SKCK, petugas yang pertama menegur kembali menegur pelaku dan meminta agar jaketnya dibuka. Pelaku tak menggubris untuk membuka jaket dan berbaur dengan masyarakat.

“Sempat berbaur dengan masyarakat yang ingin membuat SKCK,” imbuh Tatan.

Tak berselang lama, pelaku kemudian bergegas berjalan ke arah sejumlah anggota polisi yang baru saja selesai melakukan apel. Saat itulah bom meledak di halaman parkir.

Pelaku tewas di tempat. Sementara enam anggota polisi mengalami luka ringan akibat ledakan tersebut.

“Ada yang kena di tangan, di pipi. Sekarang dirawat di RS Brimob,” ujar Tatan.

Tatan mengatakan serpihan bom mencapai sekitar 10 meter. Dia belum mau menyatakan jenis bom tersebut low explosive atau bukan. Sejauh ini tim masih melakukan penyelidikan di tempat kejadian perkara.

Facebook Comments