Dihamili Oknum Kades di Pasuruan, Wanita Penghibur Kirim Foto Tes Kehamilan dan Ingin Lapor Polisi

Dihamili Oknum Kades di Pasuruan, Wanita Penghibur Kirim Foto Tes Kehamilan dan Ingin Lapor Polisi

Selaluindah.com – Pasuruan – Oknum kepala desa berinisiap BS, seorang kepala desa di Kecamatan Sukorejo, Pasuruan, Jawa Timur, dituding menghamili seorang perempuan asal Blitar bernama Bibi (nama samaran).

Bibi bahkan disebut berniat melaporkan perbuatan kades ini ke Polisi.

Sebelum melaporkan kasus ini ke polisi, Bibi dan Kepala Desa BS dipertemukan di Kantor Kecamatan Sukorejo.

Pertemuan ini diinisiasi Camat Sukorejo.

Tujuannya untuk meluruskan kasus ini, agar tidak sampai ke polisi namun pertemuan ini dilaporkan berjalan sangat alot.

Kepada media, Kades BS menolak disebut telah menghamili Bibi.

“Kalau menghamili tidak mungkin. Tapi saya kenal dan pernah berhubungan badan dengan Bibi di villa kawasan Tretes Kecamatan Prigen,” kata dia.

Kades BS mengaku, yang pertama kali mengajak kenalan adalah Bibi.

Menurut kades BS, Bibi yang pertama kali telepon dan mengajaknya bertemu.

Bibi mengaku mendapat nomor telepon Kades BS dari seorang temannya dan selanjutnya, Kades BS mengaku saling suka.

Akhirnya, keduanya membuat janji dan bertemu di sebuah vila.

Di sana, Bibi mengaku selama ini bekerja sebagai wanita penghibur.

Bibi mengaku terpaksa menjadi wanita penghibur karena banyaknya beban kehidupan keluarga yang harus ditanggungnya.

“Tidak lama kami berpisah. Saya juga sudah memberikan sejumlah uang,” katanya.

Seminggu kemudian, Bibi mengirim foto alat tes kehamilan.

Ia mengaku hamil dan meminta uang untuk menggugurkan kandungannya.

Kendati mengaku pernah berhubungan badan dengan Bibi, Kades BS merasa yakin bahwa anak di kandungan Bibi bukan hasil perbuatannya.

Ia juga mengaku sudah meminta Bibi untuk bertemu kembali namun Bibi sudah tidak bisa dihubungi.

“Tidak masuk akal kalau saya menghamilinya,” kata Kades BS.

Di sisi lain, Bibi mengaku kepada wartawan bahwa dirinya dihamili seorang kades.

Ia menceritakan pertemuan dan iming-iming yang akan diberikan bila bersedia berhubungan badan dengan sang kades.

“Saya kenal pak kades bulan Agustus lalu. Saya dirayu akan dinikah sirih bila mau berhubungan badan. Setelah saya hamil, ia malah sulit untuk ditemui. Saya akan lapor ke polisi,” kata Bibi.

Sementara itu, Camat Sukorejo Diano Vela Feri Santoso mengaku pihaknya harus mengklarifikasi persoalan yang terjadi di jajarannya.

“Kami ingin mengetahui persoalan yang sebenarnya untuk segera dicarikan solusi. Kami berharap kasus ini bisa segera terselesaikan,” kata Camat Diano.

Facebook Comments