Diduga Curi 2 Bungkus Rokok, Bocah 13 Tahun Diamuk Masa Hingga Tewas

Diduga Curi 2 Bungkus Rokok, Bocah 13 Tahun Diamuk Masa Hingga Tewas

Selaluindah.com – Lampung – Seorang bocah 13 tahun tewas seusai diamuk masa karena diduga mencuri dua bungkus rokok.

Hal tersebut disampaikan oleh akun Facebook Eva Kendedes Halilintar pada Selasa (19/3/2019).

Awalnya korban dituduh mencuri dua bungkus rokok di sebuah warung di Dusun Rempelas, Desa Sumur Bandung, Kecamatan Way Jepara, Lampung Timur pada Sabtu (16/3/2019) pukul 19.15 WIB.

Saat itu korban, RA bersama IF dan AL tepergok sedang berada di warung milik MS dan anak pemilik warung langsung berteriak maling dan memberitahu MS.

IF dan AL berhasil kabur, sedangkan RA mencoba untuk bersembunyi.

Dikutip dari Instagram @polsekway, korban sempat mencoba melarikan diri ke kebun jagung, tetapi dihadang.

View this post on Instagram

POLSEK WAY JEPARA – POLRES LAMPUNG TIMUR, Minggu ( 17 / 03 / 2019 ), Terkait Aksi Main hakim sendiri yang terjadi di Dsn Umbul Rampelas Ds. Sumur bandung Kec. Way jepara Kab. Lampung timur, Penyidik telah mengamankan dan menetapkan 2 tersangka Pelaku Pengeroyokan yang mengakibatkan seseorang meninggal dunia. Kejadian bermula pada Hari Sabtu tanggal 16 Maret 2019 sekira pukul 19.15 wib, ketika ada seorang pelaku Pencurian yang tertangkap Massa di Dsn Umbul Rampelas Ds. Sumur bandung Way jepara, pelaku yang di ketahui berinizial RZ yang masih di bawah umur tertangkap saat tengah melakukan pencurian disebuah warung milik MS, yang diketahui anak sdr MS, yakni sdr AF, selanjutnya sdr AF memberitahukan hal tersebut kepada orang tuanya sdr MS. Singkatnya sdr MS langsung menangkap pelaku RZ , menduduki, menginjak dan memukuli pelaku, selang tak lama dari situ datang sdr BD ikut bersamanya menganiaya Pelaku RZ dengan menggunakan Popor gagang senapan angin. Hal tersebut mengakibatkan luka Memar yang cukup parah pada bagian kepala dan rahang Pelaku RZ. Pihak Kepolisian yang mendengar Informasi kejadian tersebut dengan sigap langsung meluncur ke lokasi, setiba di tempat kejadian Segera mengamankan pelaku RZ yang kala itu sudah dalam keadaan terlentang, muka memar dan dalam keadaan tangan terikat diantara kerumunan warga, selanjutnya pihak kepolisian membawa pelaku RZ ke Rs. Permata hati Way jepara guna dilakukan pertolongan tindakan medis, di rasa keadaan RZ bertambah kritis, beberapa saat kemudian Pihak Rs.Permata hati Way jepara merujuk Pelaku RZ ke RS. Abdul muluk Bandar Lampung guna mendapatkan tindakan medis yang lebih optimal dengan di Kawal oleh Anggota Polsek Way jepara. Namun Sekira pkl 04.00 dini hari, nyawa pelaku RZ tidak tertolong, " Hukum tetap harus di tegakkan, Netralitas Polisi sebagai penegak hukum tetap dikedepankan, Apapun tindakan itu yang berlawanan dengan kaidah hukum tetap akan mendapatkan sanksi yang berimbang, Tak di benarkan Tindakan main hakim sendiri di Negeri Indonesia ini yang notabene nya adalah Negara Hukum, Himbau Kapolsek Way jepara Akp. Rizal Efendi, SH kepada Masyarakat di sekitar lokasi kejadian. #humaspolri

A post shared by POLSEK WAY JEPARA (@polsekway) on

MS langsung menangkap pelaku RA, menduduki, menginjak ,dan memukuli pelaku.

Kemudian datang BD ikut bersamanya menganiaya RA dengan menggunakan popor gagang senapan angin.

Terdengar dari video yang beredar, korban mencoba meminta ampun.

Pelaku mengaku datang bertiga dan berasal dari kampung yang sama.

“Ampun mas, ampun mas,” rintih bocah tersebut.

Hal tersebut mengakibatkan lengan atas, rahang atas, dan tulang iga korban patah.

Sedangkan, kepala dan kemaluan korban diberi air cabai yang sudah ditumbuk.

Anggota polisi Polsek Way kemudian membawa ke Rumah Sakit Permata Hati Way Jepara, kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Abdul Muluk, Bandar Lampung.

Namun nyawa RA tak tertolong dan tewas pada Minggu (17/3/2019) pukul 04.00 WIB.

Kini Polsek Way Jepara dan Polres Lampung Timur telah menangkap dua pelaku terkait aksi main hakim tersebut.

https://web.facebook.com/100033511386516/videos/127959754997737/

Facebook Comments