Akibat Banjir Bandang, Ular Piton dan Kobra Huni Rumah Pengungsi di India

https://twitter.com/THKerala/status/1032194716467519488?ref_src=twsrc%5Etfw%7Ctwcamp%5Etweetembed%7Ctwterm%5E1032194716467519488&ref_url=https%3A%2F%2Fwww.liputan6.com%2Fglobal%2Fread%2F3628199%2Fular-piton-dan-kobra-menghuni-rumah-yang-terendam-banjir-di-kerala-india

Selaluindah.com – New Delhi – Warga yang mengungsi akibat banjir parah yang melanda negara bagian Kerala, India mulai kembali ke rumah mereka. Namun, ancaman baru ternyata menanti. Ular seperti cobra dan piton berkeliaran dirumah mereka.

Sejumlah regu penangkap ular dikerahkan ke area-area terdampak banjir di Kerala, di tengah kekhawatiran hewan melata tersebut bisa bersembunyi di dalam lemari, bawah karpet, atau bahkan di dalam mesin cuci di rumah-rumah yang sebelumnya terendam banjir.

Beberapa rumah sakit juga mempersiapkan diri dengan menyediakan obat-obat penawar racun.

Banjir parah disana menewaskan setidaknya 400 orang dan memaksa jutaan manusia mengungsi ke lokasi aman, di sejumlah tenda pengungsian.

Ribuan rumah pun ditinggalkan. Selain ular, kalajengking dan sejumlah serangga dilaporkan pindah ke rumah-rumah milik manusia.

Sejumlah foto dan rekaman yang dibagikan di media sosial menunjukkan seorang perempuan berusaha menghadang ular piton sepanjang 3 meter yang hendak masuk ke halamannya.

Menghadapi binatang buas itu, perempuan tersebut hanya bersenjatakan sapu lidi.

“IM Vijayan, mantan kapten Timnas India menemukan ular kobra di dapur rumahnya pasca #KeralaFloods,” demikian diungkapkan The Hindu Kerala, @THKerala.

Seorang pawang ular, Vava Suresh mengaku telah menangkap lima ular kobra di Distrik Ernakulam.

Satu ditemukan di dalam lemari di lantai dua sebuah rumah … sementara yang lain ada di dalam rak,” kata dia kepada Hindustan Times

Penduduk yang kembali ke rumah mereka diimbau memeriksa barang-barang mereka menggunakan tongkat, demikian lapor Press Trust of India.

Banjir Parah di Kerala

Bencana banjir dahsyat di Kerala memuncak pada akhir pekan lalu, setelah sebelumnya membuat masyarakat setempat terjebak selama lebih dari lima hari, sejak Selasa, 14 Agustus 2018.

Sebulan sebelum banjir menerjang, pemerintah India telah memperingatkan bahwa Kerala merupakan salah satu wilayah yang berisiko terkena dampak terburuk musim hujan muson dari arah Samudera Hindia. Peringatan tersebut didasarkan atas kritik terhadap pengelolaan sumber daya air yang kurang efektif.

Pejabat dan ahli mengatakan banjir di Kerala yang dilewati oleh 44 sungai tidak akan begitu parah jika pemerintah secara bertahap membuka jalur air dari setidaknya 30 bendungan.

“Ini bisa dihindari jika operator bendungan mulai melepaskan air terlebih dahulu daripada menunggu bendungan terisi, ketika mereka tidak memiliki alternatif selain melepaskan air,” kata Himanshu Thakkar, ahli perairan pada jaringan lembaga pemantau sungai, bendungan, dan masyarakat di Asia Selatan.

Thakkar menyebut lebih dari 80 bendungan di selatan India baru dibuka ketika banjir memuncak pada pekan lalu, sehingga pengeluaran debit air sempat kacau.

“Jelas bahwa bendungan besar di negara bagian seperti Idukki dan Idamalayar hanya melepaskan air ketika Kerala dilanda banjir besar, yang sebenarnya terbukti menambah kesengsaraan lebih lanjut terhadap situasi,” lanjut Thakkar.

Facebook Comments