6 Warga Negara Indonesia Ikuti Jadi Korban Penembakan di Masjid Christchurch Selandia Baru

6 Warga Negara Indonesia Ikuti Jadi Korban Penembakan di Masjid Christchurch Selandia Baru

Selaluindah.com – Jakarta – Pelaku penembakan di salah satu masjid di Christchurch, Selandia Baru, dilaporkan menyiarkan langsung aksinya saat melepaskan tembakan secara membabi buta pada Jumat (15/3) melalui Facebook Live.

Sejumlah media lokal melaporkan bahwa aksi tersebut mulai disiarkan ketika sang pelaku penembakan berkendara menuju Masjid Al Noor di Dean’s Road, kemudian memarkirkan mobilnya.

Pria itu kemudian mengambil dua pistol dan berjalan ke arah masjid. Begitu tiba di dalam, ia mulai melepaskan tembakan secara membabi buta.

Dalam video itu terlihat beberapa orang mengerang di lantai masjid. Sejumlah orang lainnya terlihat terkapar tak berdaya.

Setelah lima menit beraksi, pelaku kembali ke mobil untuk mengganti senjata. Ia lantas masuk lagi ke dalam masjid dan menembaki orang yang terlihat masih hidup.

Reuters belum dapat mengonfirmasi keabsahan video yang kemudian viral di jagad maya tersebut.

Namun, sejumlah saksi mata mengatakan kepada Reuters bahwa mereka melihat pria berpakaian bergaya militer dan membawa senapan otomatis menembaki orang di Masjid Al Noor.

Enam warga negara Indonesia dilaporkan berada di Masjid Al Noor ketika penembakan terjadi. Tiga di antaranya berhasil kabur dan bersembunyi di rumah warga, sementara yang lainnya belum dapat dihubungi.

Belum tuntas kepanikan warga akibat penembakan di Masjid Al Noor, kejadian serupa dilaporkan terjadi di masjid lainnya di Linwood, yang juga berada di wilayah Chirstchurch.

Komisioner kepolisian Selandia Baru, Mike Bush, mengatakan bahwa beberapa orang tewas di dua lokasi kejadian. Namun, ia belum dapat memastikan jumlah pasti korban tewas dan terluka.

Perdana Menteri Selandia Baru, Jacinda Ardern, mengutuk aksi penembakan massal ini dan menyatakan duka mendalam bagi keluarga korban.

“Ini adalah salah satu hari paling kelam bagi Selandia Baru,” kata Ardern.

6 Warga Negara Indonesia Jadi Korban Penembakan

Enam warga negara Indonesia dilaporkan berada di Masjid Al Noor saat penembakan terjadi di tempat ibadah di pusat Kota Christchurch, Selandia Baru, tersebut pada Jumat (15/3) siang.

“Sejauh ini kami dapat laporan ada enam WNI yang berada di masjid tersebut saat penembakan terjadi,” ucap Duta Besar RI untuk Selandia Baru, Tantowi Yahya.

Tantowi mengatakan ia mendapatkan laporan itu dari seorang mahasiswa Indonesia yang tengah beribadah di masjid tersebut saat insiden terjadi. Mahasiswa tersebut melapor kepadanya melalui telepon.

Dia bersama dua rekannya yang juga WNI mengaku berhasil kabur dan bersembunyi di sebuah rumah warga di dekat lokasi kejadian.

“Mahasiswa itu menelepon. Dia mengabarkan bahwa dia melihat ada tiga WNI lain yang masih salat di masjid, tapi tidak tahu keadaannya sekarang,” kata Tantowi.

Hingga saat ini, KBRI masih berupaya menghubungi tiga WNI yang diduga terjebak di dalam masjid. Meski begitu, Tantowi memastikan sejauh ini KBRI belum mendapat laporan ada WNI yang menjadi korban dalam penembakan tersebut.

Tantowi menyatakan KBRI terus berupaya memantau perkembangan terkini terkait situasi dan kondisi di lokasi kejadian.

Berdasarkan data Kementerian Luar Negeri RI, sebanyak 331 WNI tinggal di Christchurch, 134 orang di antaranya merupakan mahasiswa.

Tantowi mengatakan KBRI juga telah mengeluarkan imbauan bagi seluruh WNI untuk lebih waspada dan berhati-hati.

Di Jakarta, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menegaskan Indonesia mengecam keras penembakan tersebut. Melalui pernyataan, Retno juga mengungkapkan duka cita kepada seluruh korban dan keluarga korban.

Penembakan terjadi di Masjid Al Noor, Dean’s Road, dan satu masjid di Linwood Avenue. Kepolisian Selandia Baru melaporkan ada beberapa korban tewas di kedua lokasi tersebut.

Namun, hingga kini aparat belum mengonfirmasi jumlah korban tewas dan terluka. Dikutip Reuters, media lokal melaporkan setidaknya sembilan sampai 27 orang tewas dalam insiden itu.

Kepolisian telah menangkap seorang tersangka. Aparat masih belum yakin ada tersangka lainnya yang terlibat dalam penembakan.

Masjid Al Noor dan masjid di Linwood Avenue tengah dipenuhi jemaah saat insiden terjadi. Penembakan berlangsung sekitar pukul 13.40 waktu lokal, di mana umat Muslim tengah melaksanakan ibadah salat Jumat.

Akibat penembakan, sejumlah sarana publik, termasuk perkantoran dan sekolah di sekitar pusat Christchurch, ditutup untuk sementara waktu.

Kepolisian juga mengimbau seluruh warga di wilayah itu untuk tetap berada di dalam ruangan sampai aparat menyatakan situasi aman.

Facebook Comments