Tragis !!! Jalani Ritual Religi, Pendeta Asal Malaysia Ini Tewas Terpanggang Hidup-Hidup

Selaluindah.com – Kangar – Seorang pendeta Tao asal Malaysia tewas terpanggang hidup-hidup saat melakukan ritual religi “Sembilan Dewa”. Kejadian tersebut terjadi pada hari Senin, 23 Oktober 2017 tepatnya di sebuah kuil di kota Kangar, Perlis, Malaysia.

Ritual “Sembilan Dewa” merupakan ritual di daerah tersebut yang mewajibkan seorang pendeta memamerkan kesaktiannya dengan dipanggang hidup-hidup diatas api.

Pendeta yang melakukan ritual ini akan duduk di sebuah wajan berukuran besar yang kemudian ditutup dengan penutup wajan yang berbentuk tabung logam besar dengan api menyala dibawahnya.

Diketahui pendeta tersebut bernama Lam Man Wah yang berusia 70 tahun. Selama ini pendeta Lam dikenal sakti karena pernah memecahkan rekor bertahan dipanggang selama 75 menit (1 jam lebih) diatas api.

Nampaknya kali ini nasib berkata lain. Baru terpanggang selama 30 menit saja sang pendeta sakti harus menyerah. Pendeta Lam menggelinjang kepanasan didalam tungku dan menggedor-gedor penutup tungku untuk minta dikeluarkan.

Asisten pendeta membuka tutup tabung logam tersebut dan mendapatkan sang pendeta sakti sedang mengerang kesakitan dalam kondisi terpanggang dan akhirnya tewas sambil kelonjotan.

Berdasarkan hasil medis dan keterangan dari polisi, pendeta Lam meninggal akibat gagal jantung yang dipicu dari luka bakar yang parah di sekujur tubuhnya (Second Degree Burn).

Secara medis, rasa sakit akibat luka bakar yang parah memang dapat mengakibatkan tubuh mengeluarakan Hormon Adrenaline yang tak terkontrol dan dapat mengakibatkan penyempitan pembuluh arteri di jantung, sehingga dapat mengakibatkan serangan jantung pada orang yang rentan terserang penyakit jantung.

Menurut catatan medis, kondisi jantung pendeta Lam memang bermasalah, sehingga luka bakar yang parah membuat jantungnya berhenti.

Berikut ini video ritual religi “Sembilan Dewa” dan detik-detik pendeta Lam meninggal dunia akibat terpanggang hidup-hidup :

Facebook Comments