Takut dan Cemas Ketika Naik Pesawat Terbang? Ini Solusinya!

Takut dan Cemas Ketika Naik Pesawat Terbang? Ini Solusinya!

Selaluindah.com – Jakarta – Berdasarkan data dari The National Institute of Mental Health, takut terbang atau aviophobia saat menaiki pesawat terbang, adalah fobia yang paling sering ditemukan pada orang Amerika. Prevalensinya diperkirakan dari 2,5 persen sampai 6,5 persen dari populasi Amerika Serikat.

Lebih banyak lagi orang yang takut terbang meskipun tidak sampai disebut dengan fobia. Jadi, kenapa masih banyak orang yang takut saat naik pesawat terbang ya? Padahal jika dibandingkan pada zaman dahulu, frekuensi bepergian dengan pesawat terbang semakin meningkat dan sudah banyak data yang menunjukkan bahwa naik pesawat terbang merupakan cara bepergian yang aman.

“Kebanyakan penyebabnya adalah mereka tidak memiliki kontrol terhadap situasi. Ketika pintu pesawat tertutup, mereka di dalam pesawat. Merasa terperangkap dan tidak dapat keluar dari situasi tersebut. Saya kira itulah yang membuat kebanyakan orang takut,” jelas Todd Farchione, pemimpin dari Program Intensif Untuk Gangguan Panik dan Fobia Spesifik Universitas Boston, dikutip dari TimeHealth.

Ketakutan akan ketinggian atau kecelakaan, atau tidak mengerti cara penerbangan bekerja, juga menjadi salah satu alasan. Terbang adalah kegiatan yang mengerikan bagi beberapa orang, karena mereka tau begitu kecemasan atau ketakutan datang, mereka tidak dapat melakukan apa-apa. Mereka merasa hidup mereka tergantung pada pilotnya.

Pernah merasakan hal-hal di atas? Berikut adalah beberapa hal yang bisa kamu lakukan jika merasa takut naik pesawat terbang :

1. Alihkan perhatian

Banyak yang mencoba mengusir rasa takut dengan berpegangan erat pada kursi, memperhatikan pramugari, atau menganalisis setiap turbulensi. Ternyata, menurut Farchione, kegiatan tersebut justru mendukung ketakutanmu. Secara tidak langsung, sikap ini memberi sugesti bahwa keadaannya berbahaya, padahal tidak.

Lebih baik, lakukan apapun untuk mengalihkan perhatianmu. Baca majalah, tonton film, dengarkan musik, atau ngobrol dengan orang di sebelahmu. Bahkan tersenyum juga dapat merubah reaksi emosional.

2. Jangan konsumsi obat penenang

Kalau kamu jarang naik pesawat terbang, mungkin mengonsumsi obat penenang sebelum penerbangan tidak masalah. Tapi jika kamu sering berpergian dengan pesawat dan selalu mengonsumsi obat penenang atau obat tidur untuk menghindari merasakan terbang, kamu hanya memperburuk keadaan.

Menurut Farchione, banyak yang mengonsumsi obat tidur atau obat penenang, bahkan alkohol, karena mereka merasa tidak mampu merasakan perasaan takut di dalam pesawat. Bukannya, membuat lebih baik, mereka hanya akan merasa lebih takut pada penerbangan berikutnya.

3. Tanya dirimu sendiri

Orang-orang dengan aviophobia biasanya mengalami kecemasan terhadap penerbangannya. Jika itu terjadi, tanyakan pada dirimu sendiri apa yang kamu takuti dan apa yang kira-kira akan terjadi pada penerbangan itu. Farchione mengatakan kalau pertanyaan itu dapat membantu kamu sadar kalau tidak ada yang harus ditakuti, atau paling tidak kamu tau sumber dari rasa takutmu.

4. Temui ahli

Cara-cara di atas mungkin bisa bekerja pada orang-orang yang takut terbang non-klinis atau aviophobia ringan, tetapi bagi orang-orang yang menderita fobia yang parah harus mendapat penanganan profesional.

Facebook Comments