Pro Kontra Program Kartu Jakarta Jomblo Anies-Sandi

Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Terpilih, Anies-Sandi berjanji akan merealisasikan program Kartu Jakarta Jomblo ( KJJ ) yang merupakan salah satu program yang mereka tawarkan saat mencalonkan diri sebagai Cagub dan Cawagub DKI Jakarta. Menurut Sandi, KJJ merupakan program yang diperuntukkan untuk warga yang belum memiliki pasangan. Selain itu KJJ nantinya hanya bisa digunakan selama 6 bulan. Dia berharap, program KJJ dapat menjadi ajang silaturahim bagi para warga yang tidak memiliki pasangan.

Program ini rencananya juga akan dikaitkan dengan program kewirausahaan ( Oke Oce ) dan hunian murah ( Rumah 0 Rupiah ) yang digagas Anies-Sandi.

Program KJJ yang masih dalam pembahasan ini ternyata memiliki Pro dan Kontra di mata warga sendiri. Berikut beberapa pendapat dari beberapa orang mahasiswa mengenai Program KJJ :

Seorang mahasiswa dari salah satu Universitas di Jakarta, Fuad (20), menilai program KJJ akan sangat menarik jika direalisasikan dengan cara menciptakan ruang hiburan atau kegiatan positif untuk warga jomblo.

“Soalnya jadi kayak tempat, fasilitasnya untuk ditempatin gitu sama orang-orang jomblo,” ujar Fuad.

Theresia (18), seorang mahasiswi dari salah satu Kampus di Jakarta, merasa bingung dengan program tersebut.

“Fungsinya untuk apa gitu? Soalnya itukan bakal diterbitin kartunya, kan itu butuh anggaran juga. Kayak buang-buang  uang APBD aja gitu kalau cuma bikin Kartu Jakarta Jomblo,” ujar There.

Ungkapan senada juga disampaikan Bella (22). Dia menilai program KJJ tidak logis dan tidak akan memberi banyak manfaat.

“Buat apa nyiptain kartu yang cuma 6 bulan, mending ciptain kartu-kartu lain yang lebih bermanfaat,” ujar Bella.

Facebook Comments