Polisi Ungkap Kejanggalan Perampokan Maut Di SPBU Daan Mogot

Selaluindah.com – Perampokan sadis mengakibatkan korban tewas bernama Davidson Tantono (31 tahun) yang terjadi di SPBU Daan Mogot, Cengkareng, Jakarta Barat, disebut dilakukan oleh kelompok profesional. Menurut Kriminolog Mustofa Nahrawardhana, Jakarta Barat memang terkenal dengan tipikal kejahatan seperti demikian.

Ada ciri khas yang bisa disimpulkan dan acap kali terjadi di sana. Namun ada kejanggalan yang bisa mudah dibaca pada kasus perampokan maut ini. Dia menduga para pelaku tak bekerja sendiri, namun melibatkan pihak lain untuk mendapatkan informasi tentang calon korbannya. Sebab tak mungkin para pelaku bertindak sedemikian rapi dan mengetahui banyak informasi soal korban dan uang yang tengah dibawanya.

“Entah ini jaringan permanen atau tidak atau bisa juga orang dalam atau kerabat korban, tapi mereka pasti dapat bantuan informasi. Sekarang siapa yang paling memiliki akses informasi?” kata Mustofa, Sabtu (10/06/2017).

Selama ini dari kasus yang kerap terjadi dan sudah terungkap, para pelaku kejahatan seperti perampokan dikatakan kerap membayar atau memberi sejumlah harta benda kepada pihak yang mau memberi informasi sangat berharga, seperti pengambilan uang dalam jumlah banyak di bank.

“Memang tipikal kejahatan macam ini sering di Jakarta Barat. Mereka membuntuti kendaraan korban berbekal dari informasi. Bahkan bisa juga datang dari tukang parkir yang memberitahu, mobil mana yang akan dipakai. Sebenarnya polisi sudah tahu kok cara mengungkapnya. Mereka meniru cara kerja polisi,” kata Mustofa.

Terkait hal ini, Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Argo Yuwono tak mengesampingkan dugaan itu. Aparat kepolisian juga menilai aksi para pelaku dilakukan oleh kelompok profesional. Sebab mereka seperti sudah memiliki pengalaman beraksi di tengah keramaian.

“Mereka sudah ada pengalaman, kemudian kasus ini sepertinya sudah dilakukan mereka lebih dari satu kali. Tak ada rasa takut beraksi di tempat umum. Dari analisa banyak kasus, seperti ini memang kerja berkelompok, ada modus tersendiri. Biasanya memang ada yang spesialis nasabah bank, ada spesialis (rampok) pedagang setor ke bank, SPBU, semua ini sudah terdata,” kata dia.

Pihak kepolisian hingga kini masih terus memburu para pelaku perampokan maut yang menewaskan Davidson Tantono yang dirampok sehabis mengambil uang sebesar 300juta rupiah dari bank. Polisi yakin tak lama lagi para pelaku berhasil ditangkap, apalagi kasus ini sudah ditangani langsung oleh Polda Metro Jaya. “Semua kemungkinan pasti ada, kita petakan semua, semua kita identifikasi,” ucap Argo.

Facebook Comments