Pesta Miras Sambil Makan Jengkol, 4 Orang Tewas di Cipayung

Selaluindah.com – Jakarta – Pesta minuman keras (miras) oplosan menewaskan empat orang di Cipayung, Jakarta Timur. Kabarnya, minuman beralkohol yang dikonsumsi dioplos atau dicampur dengan jengkol.

“Betul ada laporan mengatakan bahwa ada kematian empat orang dari enam orang yang meminum miras oplosan yang dicampur dengan jengkol pada hari Minggu (08/10/2017),” kata Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Andry Wibowo.

Tidak disebutkan lebih lanjut, bagaimana teknisnya jengkol tersebut dioplos dengan miras. Namun para korban diketahui meminum miras dibarengi dengan makan jengkol.

Usai menenggak miras oplosan, keempat orang tersebut mengalami gejala keracunan. Di antaranya pusing kepala, nyeri dada, serta muntah darah. Sebanyak enam orang dilarikan ke rumah sakit, empat di antaranya meninggal dunia pada Selasa (10/10/2017).

Belum ada pihak yang memastikan oplosan jengkol sebagai penyebab kematian para korban. Alkohol sendiri, dalam dosis besar juga bisa memicu efek letal atau mematikan tanpa perlu dioplos dengan bahan lain.

Sedangkan jengkol sendiri, meski jarang dilaporkan sebagai penyebab kematian, memang memiliki efek toksik atau beracun, khususnya jika dikonsumsi berlebihan. Makanan ini terkenal dengan efek kejengkolan, atau keracunan asam jengkolat (jengkolic acid).

Racun ini terkandung dalam biji jengkol, dan bisa mengendap sebagai kristal di ginjal maupun saluran kencing. Efeknya antara lain nyeri saat kencing. Bisa juga memicu mual muntah dan nyeri di sekitar perut.

“Karenanya makan jengkol jangan sampai langsung habis satu piring. Jumlahnya dikurangi dan jangan lupa minum air putih yang cukup agar kristalnya nggak gampang nyatu dan bisa dikeluarkan,” kata dr Akbari Wahyudi Kusumah, SpU.

Walau beracun, bukan berarti jengkol tidak ada manfaatnya. Dalam takaran yang wajar, jengkol punya kandungan bermanfaat seperti sayur pada umumnya yakni serat. Seperti halnya kacang-kacangan yang lain pula, jengkol juga kaya akan protein.

“Selain itu juga seperti sayuran pada umumnya lah, ada vitamin juga di sana. Mineral dan segala macam,” kata dr Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, ahli pencernaan dari RS Cipto Mangunkusumo.

Facebook Comments