Menurut Dokter, Hadirnya Pelakor Disebabkan Masalah Seks Yang Kurang Memuaskan

Selaluindah.com – Jakarta – Perselingkuhan menjadi masalah percintaan klasik yang sudah sering dialami banyak pasangan sejak dulu kala. Namun isu tersebut kembali hangat diperbincangkan belakangan ini karena sejumlah kasus perselingkuhan yang terkuak di media sosial. Muncul pula istilah ‘pelakor’ (perebut laki orang) yang ditujukan untuk para wanita yang dianggap merebut suami wanita lain.

Fenomena pelakor pun menginspirasi seorang dokter asal Surakarta bernama Yudhistya untuk membuat tulisan mengenai perselingkuhan. Tulisan itu kemudian menjadi viral dan mendapat banyak respon dari netizen. Padahal perselingkuhan bukan hal asing yang baru-baru ini terjadi. Menurut Yudhis sendiri, tulisan tersebut menjadi viral karena kegundahan dari banyak pasangan di Indonesia.

“Pada intinya banyak yang merasa senasib. Jadi sebenarnya yang dialami oleh artis, juga dialami oleh banyak rumah tangga di Indonesia. Kita kadang naif ya, menganggap bahwa pasangan kita baik-baik saja, yang tidak baik itu pasangan orang lain,” ungkap dokter kandungan tersebut.

Dalam tulisan itu diungkapkan bahwa kebanyakan perselingkuhan dan munculnya pelakor terjadi karena masalah seks yang kurang memuaskan dalam hubungan rumah tangga. Karena itu, banyak pria atau wanita mencari PIL dan WIL meski tidak juga meninggalkan keluarga masing-masing. Hal tersebut bukanlah opini dr Yudhistya semata namun berdasarkan penelitian.

“Kalau pendapat orang tentu berbeda-beda. Tetapi mayoritas demikian. Bahwa seks adalah hal penting. Hubungan seks menghasilkan hormon endorphin dan serotonin yang memberikan kebahagiaan,” katanya.

Yudhis pun menekankan jika bukan hanya wanita yang bisa merebut pasangan orang tapi juga pria. Karenanya, seharusnya ada pula istilah pewanor (perebut wanita orang). Sayangnya, ia tidak punya data mengenai mana yang lebih banyak terjadi di Indonesia. “Saya lebih berpendapat bahwa lelaki dan perempuan sejajar. Keduanya (pelakor dan pewanor) ada,” tambah Yudhis.

Terlepas dari masalah moral dan kesetiaan, Yudhis menekankan jika fenomena pelakor juga bisa membahayakan dari segi kesehatan. “Hubungan seks bisa menularkan berbagai penyakit. Jika hubungan seks tidak aman, tanpa kondom dan berganti pasangan tentu saja akan berisiko membahayakan kesehatan,” tutur Yudhistya.

Facebook Comments