Kekasih Penembak Brutal Las Vegas Tiba di AS

Selaluindah.com – Los Angeles – Marilou Danley, kekasih penembak brutal Las Vegas telah tiba di Los Angeles, Amerika Serikat (AS). Begitu mendarat, Danley langsung ditemui agen Biro Investigasi Federal (FBI).

Dituturkan oleh sumber penegak hukum AS, seperti dilansir Reuters, Rabu (04/10/2017), agen FBI akan menanyakan sejumlah pertanyaan kepada Danley (62) soal pembantaian yang dilakukan kekasihnya, Stephen Paddock (64), di dekat Hotel dan Casino Mandalay Bay.

Pada Minggu (01/10/2017) malam waktu setempat, Paddock melepaskan tembakan dari kamar hotel di lantai 32 ke arah penonton konser di seberang Mandalay Bay. Sedikitnya 58 orang tewas dan lebih dari 500 orang lainnya luka-luka. Paddock akhirnya tewas bunuh diri di kamar hotel itu.

Paddock menginap di salah satu kamar hotel Mandalay Bay sejak 28 September, menggunakan kartu identitas Danley yang merupakan warga negara Australia kelahiran Filipina. Danley pun ditetapkan sebagai sosok yang dicari oleh otoritas AS. Dia diketahui sedang berada di luar negeri saat Paddock melakukan aksi kejinya. Otoritas AS menyebut Danley berada di Filipina dan mengklaim telah berkomunikasi dengannya.

Juru bicara Departemen Imigrasi Filipina, Antonette Mangrobang, menyebut Danley terbang meninggalkan Manila pada Selasa (03/10/2017) malam, dengan menumpang pesawat Philippine Airlines nomor penerbangan PR 102. Penerbangan nonstop tanpa transit itu dijadwalkan mendarat di Bandara Internasional Los Angeles (LAX) pada Selasa (03/10/2017) malam sekitar pukul 19.30 waktu setempat.

Danley tidak terlihat oleh wartawan yang menunggunya di terminal kedatangan LAX. Awak kabin maupun manajer maskapai Philippine Airlines enggan memberikan komentar. Namun salah satu penumpang pesawat yang ditumpangi Danley, menyebut dirinya mendengar awak kabin membahas soal salah satu dari mereka mengawal Danley turun dari pesawat.

Informasi itu didukung oleh keterangan seorang sumber penegak hukum AS kepada CNN, bahwa Danley telah tiba di AS. Sumber itu menyebut Danley langsung didampingi agen FBI di Los Angeles, untuk kemudian dimintai keterangan oleh polisi Las Vegas yang telah menanti.

Danley dan Paddock diketahui tinggal serumah di Mesquite, Nevada sebelum penembakan terjadi. Dengan tewasnya Paddock, otoritas AS tidak memiliki petunjuk jelas untuk mencari tahu motif aksi kejinya. Mereka berharap bisa mendapat jawaban dari Danley.

Informasi dari pejabat imigrasi Filipina yang enggan disebut namanya menyebut, Danley tiba di Manila, Filipina pada 15 September lalu, atau sekitar 2 minggu sebelum penembakan terjadi. Dari Manila, Danley sempat terbang ke Hong Kong pada 22 September dan kembali ke Manila pada 25 September. Sejak itu, dia terus berada di Manila hingga akhirnya pulang ke AS pada Selasa (03/10/2017) malam waktu setempat.

Facebook Comments