Hina Kader PDI-P Sebagai PKI, Ustadz Alfian Tanjung Mendekam Di Penjara

Selaluindah.com – Ustadz Alfian Tanjung harus menginap di Hotel Prodeo Polda Metro Jaya karena tersandung dua kasus pidana. Kasus pertama adalah berupa isi ceramah mautnya di Masjid Al-Mujahidin, Surabaya, yang menyinggung soal Partai Komunis Indonesia. Kasus kedua menyangkut ciutan akun Twitternya yang menyebut 85% isi kader PDI-P adalah PKI.

“Besok Rabu (31/05/2017) dipanggil sebagai tersangka,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono, Selasa (30/5/2017).

Sementara itu, Kanit III Subdit Cyber Crime Ditreskrimsus Polsa Metro Jaya Kompol James Hutajulu mengatakan pihaknya sedianya memintai keterangan dari Alfian terkait laporan dari pihak PDIP.

“Terkait laporan PDIP (yang) disebut oleh beliau dalam akun Twitternya bahwa PDIP 85% isinya kader PKI,” ucap James.

Sebelumnya, Alfian sempat disomasi Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki ke polisi terkait ceramahnya yang menyinggung soal Partai Komunis Indonesia. Teten meminta Alfian Tanjung menarik ucapannya dan meminta maaf. Karena tak ada respons, Teten melapor ke Bareskrim pada Jumat (27/1) lalu.

Dalam ceramah yang tersebar di situs YouTube, Alfian Tanjung menyebut beberapa nama. Dia menyebut rapat-rapat di Istana saat ini dipimpin sederet kader-kader PKI.

Terkait kasus ceramah di Masjid Al-Mujahidin, Surabaya, pada 26 Februari 2017 lalu itu Alfian disangkakan pasal Pasal 156 KUHP & Pasal 16 Jo. Pasal 4 huruf b angka 2 UU RI Nomor. 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi ras dan etnis dan Pasal 45A ayat (2) Jo, Pasal 28 ayat (2) UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi & Transaksi Elektronik.

Facebook Comments