Gara-Gara Curi Jemuran Warga, 2 Bocah Di Bekasi Ditelanjangi Lalu Diarak

Gara-Gara Curi Jemuran Warga, 2 Bocah Di Bekasi Ditelanjangi Lalu Diarak

Selaluindah.com – Bekasi – Dua bocah berinisial J (12) dan H (13) menjadi korban persekusi oleh warga karena dituding mencuri jaket di kawasan Harapan Jaya, Bekasi Utara, Kota Bekasi. Sebagian warga itu memukul, menelanjangi, hingga mengarak kedua bocah tersebut.

Wakil Ketua Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kota Bekasi Rury Arief Rianto menjelaskan peristiwa bermula saat J, H, dan R (14) keluar dari rumah pada Minggu (8/4/2018) dini hari. R mengajak kedua temannya itu main ke suatu tempat.

Namun, saat di perjalanan, bocah H mengambil jaket di tempat jemuran warga. H kemudian lari. Melihat H lari, kedua temannya pun ikut lari karena kaget.

“Di tempat itu ternyata kemudian satu orang tiba-tiba mengambil jaket, (di) jemuran. Si J kaget, yang satu lari, yang satu lari, dia ikut lari,” kata Rury saat berbincang, Jumat (13/4/2018).

Warga yang melihat kejadian tersebut langsung menangkap J dan H. Sedangkan R lari dan tak terkejar warga. Setelah keduanya tertangkap, beberapa orang memukuli dan menelanjangi mereka.

“Di situlah mulai terjadi persekusi. Dilakukan tindakan yang di luar batas. Mereka dipukuli, kepalanya ditendang, ditelanjangi sampai bugil,” ujar Rury.

Tak sampai di situ, kedua orang yang masih dalam kondisi telanjang itu diarak menuju rumah masing-masing. Rambut mereka dijambak dan mata mereka ditutup.

“Iya, bugil, kemudian dibawa ke rumah anak ini. Kan mereka ketutup matanya, dibuka baju, ketutup (matanya). Kayak dipiting sambil jalan, rambutnya dijenggut, jalan sambil teriak mengundang warga keluar. Sekitar jarak 300 meter rumahnya itu, antara TKP rumahnya,” papar Rury.

Saat tiba di rumah mereka, orang tua bocah sempat meminta dilepaskan. Namun bocah tersebut tetap dibawa kembali ke lokasi awal.

Setelah kejadian tersebut, korban mengalami trauma dan sempat tak bersekolah sampai hari ini. Mereka hanya berdiam diri di rumah masing-masing.

Sementara itu, orang tua kedua bocah itu kaget atas apa yang dialami anaknya. Meskipun anaknya salah, orang tua H menilai tak seharusnya sebagian warga main hakim sendiri.

“Kalau shock, jelas. Memang kalau dibilang salah, memang anaknya ada kesalahan, tapi tindakan yang berlebihan yang kita tidak berkenan. Malah sampai ditelanjangi, diarak. Itu kan sudah luar biasa,” imbuh Rury.

Kasus itu pun telah dilaporkan ke Polres Metro Bekasi Kota dengan nomor LP/753/K/V/2018/SPKT/Restro Bekasi Kota tanggal 12 April 2018.

Facebook Comments