Fakta Terbaru Bocah SD Hamili Siswi SMP di Tulungagung. Ternyata Si Pria Sudah…

Fakta Terbaru Bocah SD Hamili Siswi SMP di Tulungagung. Ternyata Si Pria Sudah...

Selaluindah.com – Tulungagung – Putra bocah SD yang menghamili siswi SMP, Putri akhirnya akan dinikahkan.

Putri yang berusia 16 tahun itu positif hamil saat diperiksa di Puskesmas, Sabtu (19/5/2018). Ia pun mengakui kehamilan itu berkaitan dengan hubungan asmaranya bersama sang kekasih setelah didesak keluarga.

Kandungannya yang telah berusia 6 bulan itu rupanya hasil dari hubungannya dengan seorang siswa kelas 5 SD. Keluarga Putri lantas mendatangi rumah kekasihnya Putra.

“Saat itu pihak keluarga langsung mendatangi rumah yang laki-laki,” tutur seorang warga, YG.

Putra ternyata dua kali tak naik kelas dan telah berusia 13 tahun.

“Usianya sekitar 13 tahun lebih,” tambah YG.

Setelah dibicarakan secara kekeluargaan, kedua pihak keluarga sepakat menikahkan sejoli yang baru beranjak remaja itu.

Putra dan Putri telah siap menikah di KUA pada Senin (21/5/2018). Namun, pihak KUA menolak karena kedua calon mempelai dianggap masih terlalu muda.

Anang, tokoh desa di rumah Putra, lantas membantu untuk mendapatkan dispensasi dari Pengadilan Agama (PA) Tulungagung.

“Saya membantu mengurus proses pernikahan keduanya,” ucap Anang.

“Tinggal menunggu hasil sidang seperti apa. Kalau mendapatkan dispensasi langsung dinikahkan,” pungkasnya.

Berikut fakta-fakta terbaru soal kasus bocah SD hamili siswi SMP ini, dirangkum Selaluindah.com dari Surya.co.id.

1. Sudah 16 Tahun

Unit Layanan Terpadu Perlindungan Sosial Anak Integratif (ULT PSAI) melaksanakan pendampingan terhadap Putra dan Putri, dua bocah SD dan SMP yang menjalin hubungan asamara hingga hamil.

Dari hasil assesmen ULT PSAI, Putri ternyata sudah berusai 16 tahun. Ia duduk di kelas IX dan baru saja menyelesaikan ujian sekolah. Jika tidak ada masalah ini, Putri akan meneruskan sekolah ke jenjang SMA/SMK.

“Saya mau meluruskan, dia bukan kelas VIII SMP. Tapi sudah lulus dan akan melanjutkan ke jenjang selanjutnya,” terang Koordinator Pekerja Sosial, Unit Layanan Terpadu Perlindungan Sosial Anak Integratif (ULT-PSAI), Sunarto, Kamis (24/5/2018) dikutip dari Surya.co.id.

2. Akan Tetap Dinikahkan

Meski mendapat penolakan dari KUA, kemungkinan keduanya tetap akan dinikahkan. Pihaknya dan keluarga akan berusaha untuk meminta dispensasi ke Pengadilan Agama.

“Modin tempat Putra tinggal sudah melengkapi berkas, kemudian diserahkan ke Modin tempat Putri tinggal. Berkas keduanya kemudian dimasukkan ke Pengadilan Agama untuk permohonan dispensasi nikah,” tambah Sunarto.

3. Tak Akan Tinggal Serumah

Meski keduanya menikah, ULT PSAI akan terus memantau. Sunarto memaparkan, setelah menikah pertemuan keduanya akan dibatasi. Kemungkinan mereka tak akan disatukan serumah.

“Ada wacana Putra akan dibawa ayah kandungnya ke Trenggalek. Mungkin menunggu dia lulus (SD) dulu,” tutur Sunarto.

Salah satu tujuannya untuk mencegah agar jangan sampai terjadi kehamilan lagi. Selain itu, intensitas pertemuan yang terlalu sering juga bisa memicu kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Alasannya mental mereka belum siap untuk berumah tangga. Bahkan ada wacana keduanya akan dipisahkan terlebih dulu.

Karena masalah ini, Putri untuk sementara akan fokus mengurusi persalinan dan anaknya kelak.

4. Berhenti Sekolah

Putri akan berhenti sekolah selama satu tahun. Sementara Putra yang masih berusia 13 tahun, duduk di kelas V SD.

Saat pekerja sosial ULT PSAI menyambanginya, Putra tengah les tambahan pelajaran dengan teman-temannya. Putra akan tetap melanjutkan sekolahnya.

5. Diselesaikan Kekeluargaan

Lebih jauh Sunarto memuji sikap keluarga kedua pihak. Mereka bersikap proporsional dengan tidak menyalahkan anak. Bahkan keluarga berusaha memberikan solusi terbaik, tanpa menambah beban anak-anak.

“Dan yang penting pihak keluarga perempuan tidak melaporkan kasus ini ke polisi. Penyelesaiannya pun dengan jalan kekeluargaan,” tandas Sunarto.

Facebook Comments