Buset! Ibu Asal Jawa Barat Ini Mampu Mengangkat Motor Gede Hanya dengan 2 Kaki

Buset! Ibu Asal Jawa Barat Ini Mampu Mengangkat Motor Gede Hanya dengan 2 Kaki

Selaluindah.com – Jakarta – Ada banyak tokoh wanita hebat di dunia ini, salah satunya Warsinah (56), Ibu Berkaki Baja asal Jawa Barat.

Warsinah mendapat julukan Ibu Berkaki Baja berkat aksinya saat menampilkan kesenian tradisional Sisingaan dari Subang, Jawa Barat.

Warsinah, Ibu Berkaki Baja ini mampu mengangkat benda-benda berbobot berat hanya dengan dua kakinya setiap kali pertunjukan Sisingaan dari Subang, Jawa Barat.

Mulai dari drum, gerobak, hingga motor mampu ia angkat dengan kaki setiap kali pertunjukan.

Dikutip Selaluindah.com dari acara Hitam Putih yang tayang di Channel Youtube Trans7 (26/12/2018), Warsinah sendiri sudah mulai belajar mengangkat benda-benda sejak remaja di usia 14 tahun.

Ia membuat penonton kagum setelah berhasil mengangkat drum serta mengangkat gerobak yang dinaiki presenter Rico Ceper.

Tak ada trik atau rahasia khusus yang ia pelajari. Ia hanya menjalankan pola hidup sehat dan selalu melakukan latihan otot kaki.

Keahlian ini diwariskan secara turun-temurun. Warsinah sendiri merupakan generasi ke-2 setelah kakak perempuannya.

Sang kakak sendiri yang mengajarkannya atraksi ini di Indramayu.

Ia menggantikan sang kakak yang telah pensiun bermain atraksi karena sang kakak tak di izinkan suami setelah menikah.

Mulai dari belajar hingga saat ini, Warsinah mengaku tak pernah ada kendala. Ia tak pernah gagal dalam atraksi dan tak pernah merasa cedera otot.

Sepanjang karirnya, Warsinah mengaku beban terberat yang ia angkat ialah motor gede dengan 2 orang yang menaiki di atasnya.

Biasanya ia tampil di acara hajatan dengan honor Rp 1 Juta setiap tampil.

Durasinya sekitar setengah jam dengan berbagai beban yang diangkat.

Dalam sebulan, Warsinah bisa tampil dalam 2 sampai 6 kali acara hajatan.

Meski pertunjukannya selalu sukses, Warsinah tak berencana meneruskan keahliannya ini pada sang anak.

Ia mengaku jika sang anak tak ingin diajari karena takut, bahkan anaknya kerap menangis setiap melihat sang ibu atraksi.

Saat tak ada tawaran pertunjukan, Warsinah biasanya memilih berjualan siomay keliling. Warsinah harus tetap bekerja untuk menafkahi anaknya.

Ia kini mengasuh anak-anak saudara yang tak lagi memiliki ayah. Bagi Warsinah, tak ada kata pensiun selama masih memiliki kekuatan.

“Kalau masih kuat, masih ada yang ngajak, akan tetap main,” Ucap Warsinah saat ditanya tentang rencana pensiun.

Facebook Comments