Bumi Datar atau Bulat? 8 Hal Ini Patahkan Teori Bumi Datar

Selaluindah.com – Jakarta – Beberapa waktu lalu dunia dihebohkan dengan munculnya teori yang menyatakan bahwa bumi itu datar. Para ilmuan dan komunitas yang mengklaim bahwa bumi itu datar belum memiliki bukti ilmiah yang cukup kuat untuk membuktikan bahwa bumi itu datar.

Sebenarnya ada beberapa cara mudah, dan relatif murah, untuk membuktikan bahwa Bumi itu memang bulat, tanpa harus menerbangkan roket atau meluncurkan satelit.

Terlepas dari alasan beberapa orang atau komunitas mempercayai bahwa Bumi berbentuk datar, belum ada bukti yang meyakinkan teori mereka tersebut.

Berbeda halnya dengan bukti-bukti yang menunjukkan bahwa Bumi berbentuk bulat, yang dapat ditunjukkan melalui beberapa kegiatan sederhana, seperti dilansir dari Live Science pada Kamis (23/11/2017).

1. Pergi ke Pelabuhan

Saat sebuah kapal berangkat mengarah ke garis horison, maka lambung kapal akan tampak seperti ‘ditelan’ horison, lalu diikuti oleh tiang kapal hingga benar-benar hilang dari pandangan mata. Jika kapal tersebut kembali ke pelabuhan, maka tiang kapal yang akan mulai muncul lebih dulu, diikuti oleh lambung kapal.

Hal berbeda akan terjadi jika Bumi berbentuk datar. Kapal tersebut hanya akan tampak mengecil terus menerus hingga benar-benar tidak terlihat. Ini adalah aktivitas klasik namun perlu ditegaskan kembali.

2. Melihat Bintang

Tiap konstelasi bintang akan terlihat dari garis lintang yang berbeda. Contohnya adalah rasi bintang Biduk Besar yang hanya terlihat pada 41 derajat lintang utara atau lebih tinggi, dan tidak dapat dilihat sama sekali pada 25 derajat lintang selatan atau lebih rendah.

Perbedaan pandangan tersebut menggambarkan bahwa Bumi berbentuk bulat. Karena ketika melihat ke atas, maka setiap orang akan melihat bagian bumi yang berbeda, tergantung mereka berada di belahan Bumi utara atau selatan. Teori ini sendiri pertama kali dicetuskan oleh Aristoteles pada 350 SM.

3. Melihat Gerhana

Observasi yang dilakukan terhadap gerhana bulan oleh Aristoteles, membuktikan bahwa Bumi berbentuk bulat, sekaligus berputar pada porosnya. Hal ini berdasarkan temuan bayangan Bumi pada Matahari yang berbentuk lengkungan saat gerhana bulan berlangsung.

4. Memanjat Pohon

Semakin tinggi posisi kita, maka semakin jauh jangkauan penglihatan mata. Hal ini disebabkan lengkungan pada Bumi yang membatasi jarak pandang yang hanya mencapai 5 km. Jika Bumi berbentuk datar, sejauh apapun sebuah objek, misalnya cahaya, maka mata kita pasti dapat melihatnya, meski ribuan kilometer sekali pun.

5. Membandingkan Bayangan

Pada 276 SM, Eratosthenes, ahli matematika asal Yunani, membandingkan bayangan pada dua kota berbeda di Mesir, yaitu Aswan dan Alexandria, pada titik balik Matahari saat musim panas. Hasilnya, saat petang, tidak ada bayangan di Aswan, namun terdapat bayangan di Alexandria. Hal ini berkaitan dengan keliling dari Bumi yang berbentuk bulat.

Jika Bumi berbentuk datar, maka tidak ada perbedaan antara keberadaan dan panjang bayangan itu sendiri. Posisi Matahari akan menimbulkan efek yang sama bagi tiap titik di Bumi.

6. Mengelilingi Bumi dengan Pesawat

Jika cukup beruntung untuk mendapat tiket penerbangan mengelilingi Bumi secara non-stop dari maskapai komersial, maka saat pesawat mencapai ketinggian tertentu akan terlihat lengkungan yang dimiliki Bumi. Menurut laporan dari Applied Optics pada 2008, lengkungan tersebut akan tampak jelas pada 10.668 m dan bidang penglihatan pada 60 derajat.

7. Menerbangkan Balon Cuaca

Pada awal tahun ini, mahasiswa dari University of Leicester menerbangkan balon cuaca yang dipasangi sebuah kamera pada ketinggian 23,6 km dari permukaan Bumi. Balon tersebut pun berhasil mengabadikan lengkungan Bumi melalui tangkapan gambar.

8. Belum Ada Foto Bumi Datar

Sampai saat ini, belum ada bukti foto atau rekaman video apapun yang membuktikan bentuk Bumi datar. Sebaliknya, seluruh lembaga antariksa dan begitu banyak negara banyak memiliki foto Bumi bulat. Jika dipikir-pikir jika Bumi bulat adalah kebohongan, buat apa ditutup-tutupi?

Facebook Comments