8 Tahun Menjabat , Presiden Barack Obama Ucapkan ‘Selamat Tinggal’

pa

Sesudah delapan tahun menjabat, pada akhirnya dengan cara resmi Presiden Barack Obama mengatakan selamat tinggal pada seluruh rakyat Amerika Serikat (AS). Obama memulai pidato perpisahannya dengan mengatakan rasa terima kasih yang besar pada semua warga AS.

” Saya mengatakan terima kasih pada semua warga Amerika. Kalian sudah jadi ide serta mengajariku beberapa hal. Kalian sudah membuatku jadi pria yang tambah baik, ” tutur Obama dalam pidatonya.

Atas perkataan terima kasihnya itu, Obama disambut sorakan serta tepuk tangan meriah dari orang-orang yang ada. Beberapa orang paling dekat Obama seperti Ibu Negara Michelle Obama, Wakil Presiden Joe Biden serta istrinya, Jill Tracy Biden ikut ada dalam pidato perpisahan itu.

Bukan sekedar diisi apresiasi atas beragam pencapaian pemerintahannya, pidato perpisahan Obama juga penuh keharuan. Selama pidato, tepuk tangan selalu bersahut-sahutan dari warga yang penuhi McCormick Place, Chicago. Berulang-kali presiden Afrika-Amerika pertama itu tersenyum terima sambutan yang demikian mengagumkan.

Bapak dua anak itu juga tidak lupa menegur generasi muda Amerika. Obama menyebutkan, anak-anak muda Amerika yaitu pribadi yg tidak egois, altruistik, kreatif serta patriotik. Ia juga menyebutkan kebanggaannya melihat generasi muda Amerika tunjukkan taringnya di beberapa bidang.

” Kalian semuanya yakin keadilan rata di Amerika. Kalian tahu kalau pergantian yaitu suatu hal yang senantiasa diperjuangkan di Amerika, yakni suatu hal yang tak perlu ditakuti namun butuh direngkuh. Kalian bersedia mengemban pekerjaan berat dalam memajukan demokrasi. Jumlah kalian bakal melampaui kami, serta saya yakini, hari esok ada di tangan-tangan bertanggungjawab, ” tutur Obama.

Beberapa besar isi pidato perpisahan Obama mengulas demokrasi. Menurut dia, demokrasi adalah bentuk persatuan yang prima di dalam beragam ketidaksamaan. Tetapi, Obama juga mengingatkan warganya supaya tak berdiam diri dalam melindungi kelangsungan demokrasi di Amerika.

” Demokrasi Amerika dalam ancaman saat warganya berasumsi itu sebagai hadiah. Semuanya warga Amerika, dari partai apapun, mesti bangun kembali institusi demokrasi, ” tegasnya.

Pidato perpisahan Obama diahkiri dengan ungkapan terima kasihnya pada sang istri, Michelle, serta ke-2 putrinya. Waktu menyebutkan nama Michelle, Obama terlihat emosional serta mesti menentramkan diri sesaat.

” Sepanjang 25 th. paling akhir ini, anda bukan sekedar seseorang istri untuk saya, namun juga rekan paling baik. Anda mengambil peran yg tidak disuruh terlebih dulu. Anda dapat melakukannya dengan baik serta dengan sedikit style. Anda bikin Gedung Putih jadi punya semuanya warga. Mereka lihat anda sebagai role jenis. Anda membuatku bangga. Negara juga bangga kepadamu, ” ucap Obama sembari terisak.