3 Kasus Status Tersangka Menanti Kehadiran Habib Rizieq

1

SelaluIndah.com – Kapolri Jenderal Tito Karnavian mendadak meneror bakal menjemput paksa Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab. Penjemputan paksa dilakukan karena Rizieq tidak hadir waktu pemanggilan pertama sebagai saksi terlapor masalah penghinaan pada Pancasila.

” Bila hadir (di pemanggilan ke-2 kelak), bakal dilakukan pemeriksaan. Bila tak ada, bakal dilakukan sesuai dengan ketentuan KUHAP, yakni surat perintah membawa atau dijemput paksa, ” tutur Tito di Mapolda Sumatera Selatan, Selasa 10 Januari 2017.

Sistem penyelidikan masalah sangkaan penghinaan pada Pancasila oleh Rizieq telah masuk step akhir. Penyidik tinggal mengecek Rizieq sebagai saksi terlapor.

Kemudian, penyidik bakal lakukan gelar perkara untuk memastikan apakah masalah itu bakal ditingkatkan ke penyidikan atau tidak. Bila diketemukan ada unsur pidana pada masalah itu serta statusnya ditingkatkan ke penyidikan, Rizieq bakal diputuskan sebagai tersangka.

Ini bukan yang terakhir Rizieq dilaporkan ke polisi. Sekurang-kurangnya ada tiga laporan tindak pidana pada Rizieq yang tengah diolah Korps Bhayangkara. Bila dalam semuanya penyelidikan diketemukan ada unsur pidana, jadi tiga status tersangka menunggu Rizieq.

  • Menghina Pancasila

Ketua Partai Nasional Indonesia (PNI) Marhaenisme Sukmawati Soekarnoputri melaporkan Rizieq Shihab ke Bareskrim Polri pada 27 Oktober 2016. Rizieq dituding sudah mengejek Pancasila serta Presiden pertama RI, Soekarno waktu tabligh akbar FPI di Jawa Barat satu tahun lebih lantas.

” Saya melaporkan Habib Rizieq tentang penodaan pada simbol serta basic negara Pancasila, dan mengejek kehormatan martabat Dr Ir Soekarno sebagai Proklamator Kemerdekaan Indonesia serta Presiden pertama Republik Indonesia, ” tutur Sukmawati di Bareskrim Polri, Jakarta.

Video orasi Rizieq itu telah diupload di website sharing video, YouTube mulai sejak dua tahun lalu. Tetapi Sukmawati baru lihat video itu pada Juni 2016.

Dalam video itu, Rizieq menyebutkan kalau Pancasila buatan Soekarno serta Piagam Jakarta tidak sama. Imam besar FPI itu menyebutkan, Pancasila Soekarno meletakkan ketuhanan di pantat, sedang Pancasila Piagam Jakarta meletakkan ketuhanan di kepala.

Atas pernyataan itu, Rizieq dilaporkan ke polisi dengan nomer laporan LP/1077/X/2016 Bareskrim.

Rizieq dituduh lakukan tindak pidana penodaan pada simbol serta basic negara seperti disebut dalam Pasal 154a KUHP serta atau Pasal 310 KUHP serta atau Pasal 57a jo Pasal 68 Undang-Undang No 24 Th. 2009 mengenai Bendera, Bhs, serta Simbol Negara dan Lagu Kebangsaan.

  • Penistaan Agama

Rizieq kembali tersandung permasalahan hukum lantaran pernyataannya. Imam Besar FPI itu dilaporkan sekumpulan orang yang tergabung dalam Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) lantaran dikira menistakan agama waktu ceramah di lokasi Pondok Kelapa, Jakarta Timur pada 25 Desember 2016.

” Beliau menyebutkan bila Tuhan itu beranak, selalu bidannya siapa? Serta di situ kita dapatkan banyak gelak tawa dari jemaat pada apa yang di sampaikan dari Habib Rizieq itu, ” tutur Ketua PMKRI Angelius Wake Kako di Mapolda Metro Jaya, Senin 26 Desember 2016.

Laporan yang dilayangkan PMKRI itu tercatat dengan nomer LP/6344/XII/2016/PMJ/Dit. Reskrimsus. Dalam laporan ini, PMKRI juga melaporkan yang memiliki account Instagram bernama Fauzi Ahmad serta Account Twitter @sayareya lantaran mengunggah penggalan video ceramah Rizieq di semasing media sosialnya.

Beberapa terlapor dijerat dengan Pasal 156 serta 156 A KUHP mengenai Penistaan Agama serta atau Pasal 28 ayat 2 Jo Pasal 45 ayat 2 UU Nomer 19 Th. 2016 mengenai Pergantian UU Nomer 11 Th. 2008 mengenai Info serta Transaksi Elektronik (ITE).

PMKRI bukanlah hanya satu pelapor Rizieq berkaitan sangkaan penistaan agama. Selang satu hari, beberapa mahasiswa dari Student Peace Institute (SPI) juga melaporkan Rizieq lantaran isi ceramahnya itu.

Laporan bernomor LP/6367/XII/2016/PMJ/Dit. Reskrimsus itu dilayangkan karena pernyataan Rizieq dikira bisa menyebabkan perpecahan di Indonesia.

Lalu pada 30 Desember 2016, sekumpulan orang dari Komunitas Mahasiswa Pemuda Lintas Agama (Tempat tinggal Pelita) juga melaporkan Rizieq atas masalah yang sama. Laporan yang dilayangkan tercatat dengan nomer LP/6422/XII/2016/PMJ/Dit. Reskrimsus.

Begitu, dalam sepekan Rizieq dilaporkan sampai tiga kali atas tuduhan penistaan agama. Pasal yang dituduhkan oleh pelapor ke-2 serta ketiga sama dengan pelapor pertama.

  • Palu Arit di Duit Baru

Lagi-lagi pernyataan yang keluar dari mulut Rizieq berekor pada pelaporan di kepolisian. Kesempatan ini Rizieq dilaporkan oleh Jaringan Intelektual Muda Anti Fitnah (JIMAF) berkaitan pernyataan Rizieq masalah simbol palu arit yang ada di duit kertas baru yang di keluarkan Bank Indonesia.

Pernyataan itu sudah dimuat di account YouTube bernama FPI TV pada 25 Desember 2016. Video berdurasi 2 menit 49 detik itu disangka bermuatan tindak pidana penghasutan.

” Rizieq dalam isi ceramahnya yang mengedar luas itu bahkan juga dengan cara terang-terangan merangkai narasi ada logo PKI dalam duit paling baru dengan menuding sebagai kekeliruan pemerintah. Kami terasa butuh mengambil sikap, ” tutur perwakilan JIMAF, Herdiyan Saksono di Mapolda Metro Jaya, Minggu 8 Januari 2017.

Laporan itu di terima polisi dengan nomer LP 92/I/2017/PMJ/Dit. Reskrimsus. Rizieq dilaporkan atas tuduhan Menebarkan berita bohong serta kebencian bermuatan SARA seperti yang tertuang dalam Pasal 28 ayat (2) jo Pasal 45 ayat (2) Undang-undang RI Nomer 19 Th. 2016 atas pergantian mengenai nomer 11 th. 2008 mengenai Info Transaksi Elektronik (ITE).